Kenapa perlu menggunakan VPN #1

Kenapa perlu menggunakan VPN #1

Untuk beberapa orang mungkin istilah VPN terdengar asing, kecuali yang sudah lama menggunakan Internet. Di Indonesia sendiri, banyak yang menggunakan VPN untuk mengakali port GSM provider agar dapat Internet Gratis. Jadi konotasi VPN untuk 'cupu surfer', VPN adalah Internet Gratis tanpa tau ada apa dibalik VPN. Itu kebiasaan buruk yang bisa membawa malapetaka untuk keberlangsungan habitat mindset 'haram bodo amat, yg penting gratis'. Yang berbayar saja masih banyak berbahaya, apalagi yang gratis dan tidak memiliki legalitas. Karena pada dasarnya tidak semua VPN gratis itu berbahaya. Tergantung kode etik dari yang provider VPN.

VPN adalah Virtual Private Network. Private Network jika ditranslate, berarti Jaringan Pribadi. Jadi VPN ini adalah jaringan pribadi yang dibuat di jaringan publik. Tujuan dari VPN ini untuk menghubungkan network-network yang tersebar yang dibuat seolah-seolah dalam satu jaringan. Sehingga antar host yg terhubung ke jaringan VPN bisa langsung berkomunikasi seperti halnya dalam jaringan LAN. Selain itu VPN digunakan untuk mengurangi resiko spionage atau data mining dari ISP atau juga public access point yang kita gunakan. Namun saat ini VPN digunakan juga untuk mem-bypass website-website yang terkena sensor dari pemerintah.

Saya pernah bertanya, maksudnya dari "VPN bisa menyembunyikan data dari tukang intip". Saya bisa analogikan seperti ini,

Pada suatu hari ada orang terkenal yang baru pulang dari kantornya. Orang terkenal ini terkena skandal kasus antah brantah sehingga banyak wartawan yang ingin dapat penjelasan dari orang ini. Tapi orang ini tidak mau diwawancarai.

VPN Analogy Gambar contoh kondisi

Jika orang terkenal ini menggunakan cara seperti biasa, maka dia akan dicegat oleh para waratawan yang sudah menunggunnya.

VPN Analogy Gambar kondisi jika memaksakan melewati wartawan

Untuk mengakalinya akhirnya orang terkenal ini, menghubungi rumah sakit untuk menyewa ambulance agar bisa membawanya ke tempat yang lebih aman. Jadi orang terkenal ini naik ambulance dari kantornya dan oleh ambulance diantarkan ke rumah sakit. Sehingga saat berpapasan ditengah jalan dengan para wartawan, mereka tidak akan menyadarinya bahwa yang baru lewat ada orang yang mereka tunggu.

VPN Analogy Gambar kondisi jika menggunakan cara lain

Setelah dari rumah sakit, orang terkenal ini bisa melanjutkan perjalannya pulang ke apartementnya.

Dari gambaran tersebut bisa kita anggap bahwa orang terkenal itu adalah data yang akan kita kirim, dan para wartawan itu adalah ISP Provider atau public access point atau pemerintah atau lainnya. Lalu rumah sakit itu adalah VPN Server dan apartemen adalah destinasi website yang kita tuju.

Jika melihat dari perjalanannya, ISP biasanya akan mecegat data dan kadang men-nyuntikan iklan-iklan ke data yang dilalui sehingga kita bisa melihat iklan yang diberikan ISP Provider saat kita melakukan browsing. Termasuk data lainnya pasti akan direkam oleh ISP. Parahnya jika website tidak menggunakan protocol yang aman seperti HTTPS, maka pasti paket data akan mudah sekali terbaca.

"Kalau cuma data, kan pakai ssl udah aman? Provider ga bisa nyisipkan iklan"

Ya betul. tapi kadang kita juga ingin menyembunyikan website apa yang kita akses atau melakukan blocking website (DIY Cencorship), IP mana yang kita akses, dan data apa saja yang kita kirim. Jika menggunakan VPN, ISP hanya bisa tahu kalau kita hanya mengakses ke VPN Server saja. Yang jadi masalah utama, bukan ISP. Karena ISP sudah ada policy sendiri dan kode etik sendiri seharusnya. Tapi yang jadi masalah adalah apakah akses point yang kita lalui saat menggunakan internet itu aman? misal akses point kampus atau cafe yang merupakan public akses point dan kadang lama tidak melakukan upgrade firmeware akses point. Lebih parah lagi akses point tidak pernah dilakukan maintainence. Bisa saja ada orang yang menanamkan sesuatu di akses point dan membaca semua data yang dilaluinya. Oleh karena itu perlunya kita menggunakan VPN untuk mengamankan data pribadi saat menggunakan network yang tidak dipercaya.

Next article: Caranya melihat paket data