Kenapa perlu menggunakan VPN #3

Kenapa perlu menggunakan VPN #3

Berarti kalau kita menggunakan VPN sudah cukup aman data kita?

Nah belum tentu. Kalau kita kembali gambar analogi sebelumnya, seandainya kalau di rumah sakit ada mata-mata dari para wartawan, sehingga para wartawan bisa mengetahui informasi bahwa orang yang ditunggu ternyata sudah sampai di RS nowhere yang mengakibatkan berbondong-bondongnya para wartawan datang ke RS nowhere tersebut. Hal tersebut juga bisa terjadi di VPN Server, kita tidak tahu sebenarnya VPN Server itu aman atau tidak. Adakah orang yang tidak bertanggung jawab yang membaca semua data yang kita kirim? hal tersebut juga berbahaya. Solusi untuk ini adalah si pengguna sendiri yang harus pintar memilih Provider VPN apa yang aman untuk digunakan.

Ada contoh kasus?

Ada, terjadi di Belanda. Seorang siswa mengirimkan email terror bomb di sekolahnya. Setelah polisi setempat melakukan penggeledahan, ternyata bomb alarm tersebut salah. Dilanjutkan pada pencarian siapa yang melakukan terror bomb tersebut. Polisi setempat menemukan bahwa orang dibalik teror bomb tersebut menggunakan jasa VPN untuk menyembunyikan identitasnya. Tapi ternyata polisi mendapatkan informasi real IP dari tersangka dan akhirnya dilakukan penangkapan pelaku yang ternyata adalah siswa di sekolah yang menerima teror. Dari hasil penjelasan si anak ini, alias tersangka, dia mempercayai bahwa VPN tidak melakuan pencatatan informasi "No Logs" dan Provider juga sudah yakin tidak mencatat semua log dari VPN. Tapi ternyata mereka mencatat semua IP di datacenter guna kebutuhan pencegahan dari serangan DDOS. Provider VPN telah menjelaskan jika tidak ada data yang bisa menjelaskan bahwa IP tersebut melakukan Bomb Threat. Karena yang tercatat adalah IP Log.

Berita diatas adalah berita cybercrime. Tapi yang saya spot disini bukan tentang aksi kriminalnya, tapi tentang pecatatan di server. Secara legal, server di data center hanya melakukan pencatatan IP, tapi di beberapa Provider VPN yang "jail" melakukan pecatatan tidak hanya IP tapi juga semua data plaintext yang dilalui pada server, khususny VPN Service. Apalagi menggunakan jasa provider VPN service yang menggunakan VPS. Kemungkinan pencatatan terjadi di level VPS, di level Host, dan di level Data Center. Dalih agar VPN Service murah atau gratis sehingga menggunakan VPS, tapi justru bisa jadi malapetaka buat pengguna.

Berarti sebenernya anonymous dengan VPN itu belum tentu valid?

Betul, karena istilah "No log" dalam VPN itu tidak bisa 100%. Minimal akan melakukan pecatatan IP untuk keperluan proteksi. Oleh karena itu jangan lakukan tindakan criminal dalam bentuk apapun. Karena hal palsu apapun, kelak akan terbongkar. Apalagi kebiasaan high profile, hanya akan mempercepat waktu kadalaluarsa umur kepalsuan. Jadi inget kalimat mirip seperti ini jangan mau dibodohi sama istilah "no logs".

Kesimpulan

Dari semua penjelasan ini, semoga bisa menambah pengetahuan tentang keamanan transaksi data. Keuntungan menggunakan VPN dan menggunakannya dengan bijak. Kita tidak akan pernah bisa meminta orang lain untuk mengamankan data kita. Hanya kita sendiri yang punya kemampuan untuk melakukannya. Disamping itu kita juga perlu cerdas dalam memilih Provider VPN. Beberapa lainnya berpendapat sebaiknya membangun VPN sendiri untuk jalur pribadi. Dengan begitu kita lebih tau behavior dari VPN yang dibangun sendiri.

VPN memang bisa menjadi alat untuk menyembunyikan identitas sementara, tapi bukan untuk tidak kriminal. Karena kejahatan apapun pasti akan ketahuan. VPN sudah cukup untuk mengamankan data transaksi serangan MITM di sekitar atau juga digunakan bypass website yang terkena sensor.

Lebih lanjut lagi, VPN bisa digunakan untuk membuat firewall pribadi. Sepertinya misalnya VPN untuk filter di jaringan rumah. Agar keluarga tidak terkontaminasi dengan berita-berita hoax yang membanjiri internet.

Wassalam..